Selama ini diare lebih populer sebagai ancaman penyakit karena lingkungan yang kotor. Tak banyak orang yang sadar bahwa penyakit kolera juga mengintai dan tak kalah berbahaya. Lantas, apa itu kolera?
Kolera tak lain adalah muntaber yang namanya lebih akrab di telinga orang awam. Istilah kolera diambil dari nama belakang bakteri penyebab penyakit ini, Vibrio cholera.Penyakit ini pertama kali mengemuka di India pada awal abad ke-19.
Apa saja gejala kolera?
Kolera akan menginfeksi usus secara akut, diawali dengan gejala utama mencret air berwarna pucat, selain disertai mual-mual dan muntah.
Apabila dibiarkan, gejala kolera akan semakin berat, ditandai dengan frekuensi muntah dan diare yang kian banyak. Cairan serta garam dalam tubuh akan cepat hilang dalam jumlah besar.
Akibatnya, penderita kolera bisa mengalami dehidrasi parah, gagal ginjal, kekurangan kalium (hipokalemia), kekurangan gula darah (hipoglikemia), hingga kematian.
Peneliti memperkirakan, setiap tahunnya ada 1,3 - 4 juta kasus kolera dengan 21.000-143.000 kematian di seluruh dunia.
Dari mana bakteri kolera berasal?
Sederet bahaya kolera itu berawal dari sanitasi yang buruk, entah kekurangan air bersih, fasilitas BAB yang tak memadai, atau kebersihan pangannya tak terjamin.
Kolera juga dapat masuk ke tubuh lewat konsumsi air yang tercemar tinja. Kadang, tanpa disadari, buah maupun sayur yang telah dicuci pun dapat mengantarkan kolera masuk ke tubuh, sebab air yang dipakai telah terkontaminasi feses.
Bisa juga, kolera menyelinap ke pencernaan kita melalui makanan segar – seperti ikan dan kerang – sebab bakteri ini juga hidup di alam bebas, khususnya perairan.
Bagaimana agar terhindar dari kolera?
Ada empat langkah yang penting kita lakukan untuk mencegah terjangkit kolera:
Pertama, mengonsumsi air yang kebersihannya terjamin.
Kedua, senantiasa menjaga kebersihan diri, pastikan rutin mandi, juga mencuci tangan dengan air bersih plus sabun terutama sebelum makan.
Ketiga, pastikan makanan yang bakal kita santap juga bersih dan bebas kuman. Jangan pegang alat-alat dapur atau bahan makanan dengan tangan yang belum dicuci.
Pentingnya mencuci tangan!
Kolera banyak terdapat di cemaran tinja. Masalahnya, jejak-jejak feses, baik manusia ataupunj hewan, itu bisa menempel di benda lain secara tak kasat mata, mulai dari air yang tercemar, sampai daging mentah.
Walaupun hanya setitik kecil, jumlah kuman penyebab penyakit yang ada di dalamnya cukup untuk membuatmu sakit.
Oleh karena itu, pastikan tanganmu selalu dalam keadaan bersih, apalagi ketika menyiapkan makanan..
Para pakar selalu menyarankan kita untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tapi, dalam beberapa momen, situasi itu tak memungkinkan.
Sebagai ganti, banyak orang ke mana-mana selalu membawa hand-sanitizer beralkohol. Namun, hand-sanitizer beralkohol dapat mengiritasi kulit dan menyebabkannya infeksi.
Solusinya adalah menggunakan antiseptik tangan yang lebih ramah kulit. Gantilah hand-sanitizer yang kamu gunakan dengan bahan HOCl seperti produk hand-sanitizer Eco Sterilyn.
HOCl sudah terkenal sebagai bahan yang ampuh membasmi segala jenis mikroba dalam waktu singkat. Kandungan hipokloritnya segera mengoksidasi sel-sel mikroba, menyebabkannya kehilangan kemampuannya bernapas seketika.
Tak seperti alkohol, bahan aktif HOCl seperti pada hand-sanitizer Eco Sterilyn tidak berbau, tidak lengket, dan dipastikan aman bagi kulit.
Referensi:
World Health Organization. Cholera. Diakses pada 2021
Centers for Disease Control and Prevention. Show Me the Science - Why Wash Your Hands?. Diakses pada 2021