Luka ringan pada umumnya butuh waktu sekitar 2 minggu untuk pulih. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, penyembuhan luka ringan bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.
Biasanya, luka lama sembuh karena mengalami infeksi. Infeksi muncul karena luka kemasukan kotoran akibat tidak dibersihkan dengan baik.
Walaupun demikian, luka yang lama sembuh tak melulu disebabkan oleh kotoran yang masuk ke dalam luka. Ada sejumlah faktor lain yang menyebabkan luka tidak sembuh-sembuh.
Apa saja? Ini dia beberapa di antaranya:
-
Infeksi
Kuman dari luar bisa masuk ke dalam luka terbuka karena beberapa hal, mulai dari tangan yang kotor saat membersihkan luka, luka yang tidak dibersihkan, atau luka yang tidak ditutup dengan baik.
Biasanya, infeksi ditandai dengan luka yang membengkak selang beberapa hari, nyeri yang tak kunjung reda, dan timbulnya nanah berbau busuk serta gejala demam yang menyusul setelahnya.
-
Kurang oksigen
Sejumlah pakar menyarankan kamu menutup luka, supaya luka tidak terpapar kuman dari udara luar. Tapi, di sisi lain, lukamu juga butuh oksigen yang cukup untuk membangun jaringan baru.
Oleh karena itu, tutup luka dengan bahan yang tepat supaya tidak menghalangi sirkulasi oksigen di sekitar luka. Aliran darah ke area luka juga harus tetap lancar, karena darah membawa oksigen yang penting untuk pemulihan luka.
-
Sirkulasi darah buruk
Sirkulasi darah berperan penting mengantar oksigen ke area luka. Penyakit penggumpalan darah, arteri tersumbat, sampai obesitas, dapat menghambat sirkulasi itu. Akibatnya, penyembuhan luka jadi semakin lama.
-
Diabetes
Diabetes mengurangi imunitas tubuh sehingga luka mudah terinfeksi dan mengalami radang.
Selain itu, penyakit ini pun sirkulasi darah juga akan terganggu oleh penyakit ini, sehingga luka tidak mendapatkan asupan oksigen yang dibutuhkan.
Kerusakan saraf akibat diabetes juga bisa membuat penderitanya tidak dapat mengenali rasa sakit di sekitar luka, yang berujung pada timbulnya luka-luka baru.
-
Usia lanjut
Tubuh orang lanjut usia (60 tahun ke atas) secara alami lebih lambat dalam meregenerasi sel dan memulihkan luka. Selain itu, kesehatan kulit pada kalangan lansia juga relatif lebih rendah.
-
Kekurangan gizi
Tubuh memerlukan asupan protein ketika luka. Tujuannya yakni untuk meregenerasi sel-sel yang rusak, termasuk membangun jaringan di atas luka terbuka. Selain protein, vitamin A dan C juga bantu mempercepat pemulihan luka.
-
Sering konsumsi alkohol
Penelitian menunjukkan, alkohol dapat mengurangi jumlah sel darah putih yang berperan penting melawan kuman yang masuk ke area luka.
Sel darah putih yang jumlahnya kurang akan rentan “kalah” dengan kuman, sehingga luka mudah infeksi dan bernanah.
Selain itu, tubuh juga rentan dehidrasi dan energinya terkuras untuk mengatasi efek konsumsi alkohol. Padahal, tubuh butuh energi lebih untuk memulihkan luka.
Itu dia 7 penyebab paling umum di balik luka yang lama sembuh. Mulai sekarang, tentu kamu tak akan menyepelekan pentingnya membersihkan dan merawat luka, bukan?
Untuk pertolongan pertama kamu bisa gunakan Eco Sterilyn Antiseptik dengan bahan Hypochlorous Acid (HOCl) tanpa rasa perih dan luka cepat kering.
Referensi:
National Council on Alcoholism and Drug Dependence: Alcoholism: Clinical and Experimental. Diakses pada 2021
Journal Of Dental Research: Factors affecting wound healing. Diakses pada 2021
Medical News Today: How does diabetes affect wound healing? Diakses pada 2021
Wawancara dengan dokter spesialis luka dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS, diakses pada 2021 https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150303071120-255-36241/faktor-faktor-penyebab-luka-sulit-disembuhkan