By Admin Sterilyn•Aug 26, 2026•97 views
Ketika kulit kamu terluka, yang terbersit di dalam benak adalah bagaimana caranya agar luka segera dibersihkan dulu. Sebagian orang menganggap, luka sebaiknya dibersihkan dengan alkohol untuk mencegah tumbuhnya bakteri.
Namun, membersihkan luka dengan alkohol ternyata tidak disarankan oleh pakar. Kenapa?
Terlalu keras
Alkohol merupakan zat kimia yang sifatnya cukup keras untuk kulit sehat, apalagi untuk luka terbuka. Area luka terbuka ini sensitif dan rentan infeksi karena tidak terlindungi.
Benar bahwa alkohol dapat membunuh sebagian besar bakteri. Tapi, pemakaian alkohol justru berpotensi merusak jaringan yang sehat. Dampaknya bisa lebih parah kalau kadar alkohol yang kamu pakai di atas 70 persen.
Radang dan iritiasi
Efek lanjutannya adalah muncul peradangan dan iritasi pada area luka dan sekitarnya. Malah, bukan tak mungkin area kulit yang tak terluka juga ikut iritasi.
Tak usah luka. Kulit tangan yang keseringan dicuci dengan hand-sanitizer berbahan alkohol pun akan cepat terasa kesat dan berakhir iritasi.
Alih-alih mempercepat penyembuhan luka, alkohol justru membuat luka lebih lama pulih karena efek iritasi ini.
Bisa masuk ke aliran darah
Saat kulit terluka dan mengucurkan darah, itu artinya ada pembuluh-pembuluh darah yang terbuka. Jika pembuluh darah itu belum tertutup rapat dan telanjur disiram alkohol, ada kemungkinan alkohol masuk ke aliran darah.
Peluang terjadinya hal ini memang kecil. Namun, seandainya terjadi, alkohol dapat terbawa hingga ke otak dan memberi dampak pada keadaan mental.
Zat yang direkomendasikan
Meskipun tidak menggunakan alkohol, luka tetap harus dibersihkan untuk mencegah tumbuhnya bakteri.
Paling sederhana, kamu bisa membersihkan luka dengan air mengalir. Tapi, air yang dipakai harus air bersih seperti air minum kemasan, bukan air kran apalagi air ledeng yang banyak mengandung kuman.
Ada pula bahan lain yang dapat digunakan sebagai antiseptik luka, yaitu HOCl atau asam hipoklorit. Salah satu keunggulan HOCl dibandingkan alkohol adalah tingkat keasamannya yang netral sehingga tidak perih di kulit dan tak menimbulkan iritasi.
Selain itu, bahan HOCl adalah bahan yang alami sehingga aman bagi tubuh. Senyawa ini juga diproduksi oleh sel darah putih ketika melawan kuman.
Antiseptik luka berbahan HOCl seperti Eco Sterilyn, misalnya, telah terbukti ampuh membasmi bakteri di area luka dalam waktu singkat.
Referensi:
Clevel and Clinic: Handling Injuries From Small Cuts to Serious Wounds https://health.clevelandclinic.org/handling-injuries-from-small-cuts-to-serious-wounds/
KOMPAS.com, wawancara dengan dokter spesialis luka dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS https://lifestyle.kompas.com/read/2019/10/12/122441420/hindari-membersihkan-luka-dengan-alkohol?page=all.
DetikHealth, wawancara dengan dokter perusahaan produk perawatan kulit, dr Jaka Suganda https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2720908/jangan-bersihkan-luka-dengan-alkohol-ini-alasannya