Sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak orang jadi rajin mencuci tangan. Tak sedikit pula yang selalu menjaga higienitas benda-benda di sekelilingnya dengan menyemprotkan hand-sanitizer, alkohol, hingga disinfektan.
Pertanyaannya, seberapa besar kemungkinan Covid-19 menular melalui benda-benda di sekitar kita?
Ternyata, risiko Covid-19 menular lewat benda terbilang rendah, dengan perkiraan 1 dari 10.000 kejadian. Tapi, angka ini bisa lebih besar di keadaan tertentu, lho.
Risiko lebih besar di dalam ruangan
Angka tadi bisa jadi lebih besar jika benda yang dimaksud ada di dalam ruangan. Menurut penelitian, konsentrasi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di luar ruangan lebih rendah ketimbang di dalam ruangan.
Penyebabnya bermacam-macam. Di dalam ruangan, sirkulasi udara belum tentu bagus. Sebaliknya, di luar ruangan, sirkulasi udara berjalan lancar.
Risiko lebih tinggi lagi jika udara di dalam ruangan berasal dari pendingin ruangan/AC. Hawa AC bersifat kering dan hal ini memudahkan virus untuk melayang lebih lama di udara atau hinggap di benda-benda sekitar.
Tahan berhari-hari
Peneliti mencoba melakukan studi di laboratorium. Mereka memaparkan virus SARS-CoV-2 ke benda-benda semisal stainless steel, kaca, atau plastik.
Hasilnya, virus itu masih bertahan hidup hingga hari ketiga! Setelah 72 jam, virus baru akan melemah dan mati.
Disinfektan tetap penting!
Meskipun peluang penularan Covid-19 dari benda-benda hanya 1 banding 10.000, tapi para pakar tetap menyoroti pentingnya membersihkan benda-benda. Tentu, kamu tak mau jadi salah satu dari 10.000 itu, kan?
Dari studi-studi yang sudah ada, membersihkan benda dengan sabun maupun disinfektan bisa mengurangi 90-99 persen kuman yang menempel. Disinfektan mampu merusak membran sel virus hingga mati.
Oleh karena itu, penting untuk memiliki disinfektan yang ampuh membunuh mikroba sekaligus murah. Sebab, di masa sekarang, menyemprot disinfektan tak bisa dilakukan hanya 1 kali seminggu atau sebulan, tetapi bisa setiap waktu.
Memilih disinfektan yang efektif dan efisien
Saat ini, produk disinfektan yang efektif dan efisien terus dikembangkan, salah satunya menggunakan bahan aktif HOCl alias Hypochlorous acid.
Bahan ini sejak lama dikenal sebagai disinfektan yang ampuh dan hemat, sekaligus juga aman dipakai. Para pakar menilai HOCl lebih bagus daripada alkohol sebagai bahan disinfektan.
Kenapa?
Pertama, HOCl tidak cepat menguap. Sehingga, kamu punya waktu yang cukup untuk mengelap benda hingga sempurna.
Kedua, HOCl adalah bahan yang tidak berbahaya bagi tubuh. Bahkan, sel darah putih manusia juga memproduksi senyawa ini. HOCl malah sudah digunakan juga di industri makanan untuk membersihkan buah dan sayur.
Adakah disinfektan HOCl di Indonesia?
Ada, salah satunya yaitu disinfektan Eco Sterilyn. Disinfektan ini diproduksi dengan teknologi Jepang dan telah terbukti ampuh membunuh 99 persen mikroba dalam waktu singkat berdasarkan serangkaian uji laboratorium.
Referensi:
Centers for Diseases Control & Prevention. Science Brief: SARS-CoV-2 and Surface (Fomite) Transmission for Indoor Community Environments. Diakses pada 2021
Environmental Science & Technology Letters. Longitudinal monitoring of SARS-CoV-2 RNA on high-touch surfaces in a community setting. Diakses pada 2021
Environmental Science & Technology Letters. Community transmission of SARS-CoV-2 by fomites: Risks and risk reduction strategies. Diakses pada 2021
Nature. COVID-19 rarely spreads through surfaces. So why are we still deep cleaning? Diakses pada 2021