Sebagian dari kita kini begitu berhati-hati dengan barang di sekitar karena khawatir terpapar Covid-19. Namun, benarkah menyemprot disinfektan atau alkohol efektif mencegah penularan Covid-19 dari benda sekitar?
Jawabannya, ya!
Membersihkan permukaan benda, baik dengan sabun atau disinfektan, mampu membasmi 90-99 persen kuman, tergantung cara kamu membersihkannya.
Hal yang sama berlaku untuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Ketika virus itu terkena sabun atau disinfektan, selubung tubuh si virus akan rusak dan membuatnya tak mampu bertahan hidup.
Membersihkan benda menjagamu tetap aman
Hingga saat ini, peneliti menyimpulkan bahwa peluang kamu tertular Covid-19 dari benda-benda sebetulnya cukup rendah, yaitu hanya 1 banding 10.000.
Tapi, virus itu masih bisa menular di permukaan benda hingga 3 hari lamanya. Jadi, jangan diremehkan ya.
Dari kemungkinan 1 banding 10.000, tentu kamu tak mau jadi 1 orang sial itu, bukan?
Oleh karena itu, menyemprot disinfektan di permukaan benda dijamin membuatmu aman dari penularan “sekunder” Covid-19.
Hati-hati, jangan semprot disinfektan sembarangan!
Para pakar menyarankan agar kamu menggunakan disinfektan bila ingin membersihkan barang-barang sekitar dari virus corona. Apalagi jika benda-benda itu milik orang lain.
Kita tak pernah tahu apakah orang itu positif Covid-19 atau tidak. Padahal, benda yang digunakan oleh orang positif Covid-19 lebih tinggi jumlah paparan virusnya.
Tapi, tak perlu juga menyemprot disinfektan dengan membabi buta, apalagi menyemprotkannya ke tubuh. Para pakar mewanti-wanti agar disinfektan digunakan dengan benar dan tidak sembarangan.
Laporan di Amerika Serikat menyebutkan, laporan sakit dan keracunan akibat menggunakan pembersih dan disinfektan secara keliru semakin banyak, lho, sejak pandemi melanda.
Pemakaian disinfektan dengan penyemprotan besar-besaran atau pengembunan tidak aman dan juga tidak efektif jika tak dilakukan pada sasaran yang tepat.
Memilih disinfektan yang efektif dan efisien
Beberapa orang pilih menggunakan disinfektan alkohol atau membuat disinfektan “racikan” sendiri. Boleh-boleh saja. Tapi, kamu harus tahu bahwa kedua bahan ini sebetulnya tidak aman buat manusia.
Alkohol maupun cairan pembersih dapat berbahaya jika terkena selaput lendir, seperti mata atau mulut.
Ada disinfektan yang bahannya lebih efektif serta aman digunakan, yaitu HOCl alias Hypochlorous acid.
Dibandingkan dengan alkohol, disinfektan berbahan HOCl seperti disinfektan Eco Sterilyn malah lebih cepat membuat sel-sel mikroba kehilangan kemampuan bernapas sehingga segera mati.
Senyawa HOCl sebetulnya juga ada di dalam tubuh kita, yaitu di sel darah putih. Karena sifatnya yang alami, HOCl juga banyak dipakai untuk disinfektan produk makanan.
Referensi:
Centers for Diseases Control & Prevention. Science Brief: SARS-CoV-2 and Surface (Fomite) Transmission for Indoor Community Environments. Diakses pada 2021
Environmental Science & Technology Letters. Longitudinal monitoring of SARS-CoV-2 RNA on high-touch surfaces in a community setting. Diakses pada 2021
Environmental Science & Technology Letters. Community transmission of SARS-CoV-2 by fomites: Risks and risk reduction strategies. Diakses pada 2021
BMC Public Health. The evidence of indirect transmission of SARS-CoV-2 reported in Guangzhou, China. Diakses pada 2021
National Poison Data System, United States. Morbidity and Mortality Weekly Report: Cleaning and Disinfectant Chemical Exposures and Temporal Associations with COVID-19. Diakses pada 2021