Sebagian orang percaya jika mencuci tangan dengan air hangat lebih efektif membunuh kuman daripada dengan air bersuhu normal. Namun, betulkah anggapan itu?
Riset membuktikan, tidak ada perbedaan khasiat antara mencuci tangan menggunakan air panas maupun dengan air bersuhu normal, ataupun dengan air dingin sekalipun.
Lho, bukannya memasak air dapat membunuh kuman?
Ya, memang. Memasak air diyakini dapat membunuh kuman sebab sejumlah mikroba tidak mampu hidup di suhu tinggi, terlebih hingga titik didih air di 100 derajat celsius.
Tapi, kan kita tidak mungkin mencuci tangan dengan air mendidih.
Lalu, apa kata penelitian?
Sebuah riset yang dipublikasikan di Journal of Food Protection meneliti 20 orang yang tangannya telah dibubuhkan kuman tak berbahaya.
Hasilnya, tidak ada perbedaan jumlah kuman yang terbunuh setelah mereka mencuci tangan menggunakan air bersuhu 15, 26, maupun 38 derajat Celsius.
Jadi, tak masalah jika kamu terpaksa mencuci tangan dengan air dingin. Dengan penemuan ini, menurut para peneliti, pemilik restoran malah dapat menghemat ongkos listrik yang tadinya dipakai untuk menghangatkan air.
Yang penting bukan suhu airnya!
Yang sebaiknya dipastikan ketika hendak mencuci tangan bukan suhu air, tapi airnya mengalir. Hal ini untuk mencegah tangan kita kembali kotor karena berkubang di air bekas cucian.
Lalu, yang dapat membunuh kuman di tangan adalah sabun, bukan air. Tak perlu sabun antiseptik atau sabun-sabun khusus lainnya. Sabun apa pun, kata para peneliti tadi, cukup untuk membasmi kuman.
Selain itu, durasi mencuci tangan juga penting. Hindari mencuci tangan terlalu cepat karena tidak efektif. Cuci tangan menggunakan sabun sedikitnya 20 detik, kuman betul-betul mati. Setelahnya, bilas dengan air mengalir.
Jangan lupa lap tanganmu menggunakan tisu. Sebaiknya, hindari pengering tangan otomatis ketika hendak mengeringkan tangan.
Soalnya, menurut penelitian lain, udara di sekitar pengering tangan otomatis biasanya mengandung banyak kuman. Kuman-kuman itu terbang dari tangan orang yang tangannya tak dicuci hingga bersih betul, lalu tertiup oleh mesin pengering otomatis.
Wah, repot juga. Apakah ada cara yang lebih efisien?
Para ahli sepakat bahwa mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir adalah metode paling efektif.
Namun, kalau kamu ingin mencuci tangan dengan lebih praktis, hand-sanitizer jawabannya. Dengan hand-sanitizer, kamu juga tak perlu memegang kran yang kotor lantaran telah dijamah banyak orang.
Biasanya, hand-sanitizer menggunakan campuran bahan alkohol. Namun, alkohol cukup cepat menguap sehingga kamu mungkin tak sempat mencuci tangan hingga 20 detik.
Kamu bisa beralih mencoba hand-sanitizer berbahan Hypochlorous acid (HOCl) sebagai pengganti. Hand-sanitizer merek Eco Sterilyn, misalnya.
Penelitian pada 2007 menemukan, HOCl dapat membunuh mikroorganisme dalam waktu yang lebih singkat. Kelebihan lainnyanya, HOCl pandang bulu. Mikroba apa akan mati dengan cepat oleh HOCl, termasuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19
Referensi:
Journal of Burns and Wound - Hypochlorous Acid as a Potential Wound Care Agent. Diakses pada 2021. Part I. Stabilized Hypochlorous Acid: A Component of the Inorganic Armamentarium of Innate Immunity
Journal of Food Protection. Diakses pada 2021. Quantifying the Effects of Water Temperature, Soap Volume, Lather Time, and Antimicrobial Soap as Variables in the Removal of Escherichia coli ATCC 11229 from Hands
Journal Oral Maxillofac Surg. Diakses pada 2021. Hypochlorous Acid: A Review
Journal of Hospital Infection. Diakses pada 2021. Microbiological comparison of hand-drying methods: the potential for contamination of the environment, user, and bystander